Dapat bbm dari stephanie, just wanna share with you.


‎​‎​Satu kutipan berkata,

saat kita melihat berkat yang sama setiap hari, kita akan tidak memperhatikannya lagi.

Ketika tidak lagi memperhatikan, kita berhenti menghargai.

Ketika tidak menghargai, kita berhenti bersyukur.

Ketika kita tidak bersyukur, kita mulai mengeluh."

Jika hari ini kamu menangis, bersyukurlah karena kamu tidak membuat orang lain menangis...

Jika hari ini kamu disakiti, bersyukurlah karena kamu tahu rasa sakit dan tidak menyakiti orang lain...

Jika hari ini kamu dikecewakan , bersyukurlah karena kamu tidak membuat orang lain kecewa...

Apapun yang kamu alami hari ini, tetaplah bersyukur karena kita belajar UNTUK MEMAAFKAN...

Saat aku tak paham maksud Tuhan,
aku memilih... percaya..  

Saat aku tertekan oleh kekecewaan,
aku memilih.... bersyukur..  

Saat rencana hidupku berantakan,
aku memilih.... berserah..

Saat putus asa melingkupiku,
aku memilih.... tetap maju..  

Dan saat ingin mengirimkan message ini
aku memilih.... KAMU,karena kamu sangat spesial di mata Tuhan..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Orang Ketiga

Saya orang yang percaya kalo cinta itu gak mengenal waktu, orang, agama, kedudukan, suku dll. Yah kalo dibilang, hampir buta lah. Kenapa saya bilang hampir karena emang cinta itu gak buta. Hanya sedikit rabun dan masih bisa dikendalikan oleh orang yang merasakan. Ambil contoh wanita yang cinta pada pria beristri. Cinta wanita itu emang gak bisa dikendalikan jatuh pada siapa. Tapi wanita itu juga bisa mengendalikan cinta atau bahkan meredamnya. Agar gak ada wanita lain yang tersakiti.

That's my point. Saya yakin banyak sekali orang yang cinta pada orang yang berkeluarga. Gak salah emang, tapi kalau cinta itu mengakibatkan keluarga itu hancur? Saya dengan lantang bilang itu salah.

Saya dikelilingi oleh orang-orang yang jatuh cinta lagi di usia tua mereka. Beberapa teman ayah saya di umur yang sudah 50an banyak yang menikah lagi. Saya gak bisa bayangin perasaan istri mereka yang ditinggal. Berpuluh-puluh tahun melayani suami sekarang ditinggal untuk seseorang yang lebih muda, lebih pintar atau lebih segalanya. Itu dalam kondisi mereka pisah baik-baik. Kalau dalam kondisi pisah gak baik?

Ada seseorang lagi yang kondisinya lebih parah. Sebutlah dia om A, beberapa tahun yang lalu dia pensiun. Tahu sendiri kan pasti dapat uang pesangon? Gosip yang beredar dia kepincut cewe lain. Kenapa saya bilang cewe karena wanita itu lebih muda dari istrinya. Tahu kelanjutannya?

Suami yang biasa baik sama istrinya jadi suka ngamuk-ngamuk. Uang pesangon yang banyak itu gak sedikitpun dinikmati istri dan keluarganya. Sekitar 3tahun dari dia pensiun, suaminya meninggal karena sakit. Dan kalian tahu? Mereka bahkan gak punya uang untuk pemakaman. Even to pay mobil jenazah. Can you imagine? Pesangon dari seorang karyawan BUMN besar dengan posisi yang lumayan habis dalam waktu 3tahun? Tanpa dinikmati sedikitpun oleh istri dan keluarganya? Orang-orang yang kasihan pun banyak yang nyumbang. Tapi itupun karena kasihan sama istrinya yang baik.

Kasus lain yang lebih parah. Ada kenalan keluarga saya sebutlah namanya keluarga X dan keluarga Y. Istri keluarga X ini selingkuh dengan suami keluarga Y. And to make it worse, anak keluarga X adalah teman sekolah anak keluarga Y. Don't ask me, bagaimana perasaan anaknya. I even can't imagine.

Ini mungkin memang contoh yang jelek dari pernikahan seperti ini. But trust me, apapun kata orang kalo mereka ikhlas, kalo mereka pisah baik-baik tetap aja sangat menyakitkan. Terutama bagi pasangan yang ditinggalkan dan anak-anak mereka.

Saya bukan orang yang percaya karma. Tapi saya cuma pengen balikin situasi. Gimana kalo kamu yang ada di pihak yang ditinggalkan? Gimana kalo kamu yang diselingkuhi? Intinya cinta itu memang gak bisa dikendalikan, tapi diri kita sendiri bisa kita kendalikan to?

Saya orang yang percaya kalo pernikahan itu hanya satu kali. Tak terceraikan. Hanya bisa dipisahkan Tuhan. Bukan karena agama yang saya anut, tapi karena saya memang percaya seperti itu.

Jangan menyakiti orang kalau gak mau disakiti

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hal Kecil untuk Sesama

Hal-hal kecil apa sih yang sudah kamu perbuat untuk sesama?

Saya bukan orang hebat, bukan orang besar, belum punya penghasilan sendiri masih mengandalkan kiriman orang tua. Tapi bukan berarti menghalangi saya berbuat baik kan? Banyak kok hal kecil yang bisa kita lakukan. Bagi banyak orang ini mungkin sangat amat kecil. Tapi untuk sekarang ini yang bisa saya lakukan, dan pasti saya akan tingkatkan.

Pertama, memberi uang pada pengemis. Ada banyak yang tidak setuju soal hal ini, katanya penipuan lah, tidak mengajarkan mandiri lah dsb. Kalo saya sih selama saya punya kecil dan penampilannya emang "kurang" saya bakal kasih. Begitu juga yang saya lakukan ke orang yang minta sumbangan di depan atm. Yang biasa nyodorin amplop itu lo. Walaupun yang dituju itu panti asuhan atau organisasi agama lain tapi selama saya bisa akan saya kasih. Gak perlu kejauhan mikirin pahala, itu urusan Tuhan. Biar seribu dua ribu tapi kalo dilakukan dengan ikhlas oleh ratusan atau ribuan orang pasti akan menjadi bukit. Soal sumbangan melalui amplop ini saya juga tahu akan ada bagi hasil antara panti dan orang yang bagiin amplop. Ya anggap aja kita ikut ngasi penghasilan buat mereka kan? Mana tahu anak-anaknya masih kecil dan perlu sekolah??

Yang kedua soal pengamen. Selama masih ada uang kecil di dompet itu berarti hak mereka. I don't care suaranya bagus atau gak. Lagunya saya suka atau gak ataupun perkataan orang yg bilang "gak usah dikasi mbak ntar pada balik lagi". Kalau memang ikhlas ya pasti ntar rejeki itu bakal balik lg kok ke kita. Ini yang bikin saya kangen terus pengen naik bis atau ke terminal. Pengamen di sana lebih "niat" dan menghibur. Mengeluarkan uang juga lebih gampang. Jadi ingat mama saya yang dulu tiap mau dinas ke luar kota selalu ngumpulin uang receh banyak banget. Katanya buat pengemis, pengamen atau tukang parkir di jalan. Jadi ingat juga kalau papa saya juga suka memberi pengemis. Kalau papa saya sih kadang gak peduli uang receh atau uang besar yah. (Iyalahhh dia yg punya uang).

Yang ketiga, soal ongkos angkot. Sebagai penggemar setia angkot dan taksi saya perhatiin kalo banyak orang memberi ongkos angkot itu "dikorting" kalau jarak dekat padahal mereka bukan orang yang pas-pasan. Saya sih kalau emang ongkos nya 3rb ya dibayar segitu, gak peduli sedekat apapun jaraknya. Kalau jauh malah bisa lebih ongkosnya. Supir angkot itu salah satu orang dengan penghasilan pas-pasan lo. Apalagi dengan bbm yang terus naik. Gak ada salahnya kan kita memberi ongkos sesuai atau melebihi tarif?
Soal supir taksi juga, kebanyakan teman saya memberi ongkos pas banget. Bukan karena kere (klo kere kok pulang nenteng belanjaan banyak?) Tapi karena apa ya? Gak tau juga. Gak peduli mungkin ya? Usahakan memberi uang ke supir taksi lebih. Kalau belum kaya ya kasi lebih 2 ribu (kalau dekat) atau 5rb (kalau jauh). Itu sih minimal, mau lebih ya silahkan.

Yang keempat, ini nih hal kecil banget dan gak pake uang. Saya terbiasa menolong anak kecil di food court yang mau cuci tangan tapi gak sampai. Gak ada repotnya kan kita berhenti sebentar dan membantu dia? Saya yakin gak lebih dari 5 menit.

Yang kelima, biasakan bilang terima kasih. Ini sering banget diingatkan orang tapi juga sering dilupakan. Supir taksi/angkot, sekuriti yang memeriksa tas di mall, petugas penjaga pintu yang bukain pintu di gedung, tukang parkir, tukang jualan, dll semua punya hak untuk dapat ucapan terima kasih. Bukan sekali dua kali saya lihat supir angkot yang merengut tapi langsung tersenyum mendengar saya bilang terima kasih. Dan efeknya saya jadi ikut senang seharian. Coba deh.

Ini sih cuma hal yang (amat sangat)kecil, tapi kalau dilakukan terus dan jadi kebiasaan pasti hidupmu indah.
*walaupun saya masih menunggu kebijakan yang tepat untuk anak jalanan agar gak di jalan terus.


Saya mau tutup curhatan gak jelas ini dengan lagu rohani yang saya suka banget. Tapi lupa penyanyinya karena kasetnya hilang ;p

"Bagaimana dengan Mereka"

Bagaimana dengan mereka yang menjerit karena lapar
Yang hidup dari belas kasihan orang seperti kita
Bagaimana dengan mereka yang tak punya apa-apa
Apa yang tlah kita buat
Karna kita diciptakan untuk berbagi hidup dengan mereka.


Good day everyone. GBU

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Wedding Vow Grey's Anatomy Season 3


Ada yang pernah nonton Grey's Anatomy? Saya menemukan wedding vow yang bagus banget di Grey's Anatomy Season 3.

Wedding vow ini dibuat oleh Preston Burke, seorang dokter bedah jantung.

"I could promise, to hold you, and to cherish you.
I could promise, to be there in sickness and in health.
I could say, til death do us part.
But I won't.
Those vows are for optimistic couples, the ones full of hope.
And I do not stand here, on my wedding day, optimistic, or full of hope.

I am not optimistic, I am not hopeful.
I am sure.
I am steady.
And I know...

I'm a heart-man.
Take them apart, put them back together.
I hold them in my hands.
I am a heart man.
So this i am sure.
You are my partner, my lover, my very best friend.
My heart, my heart, beats for you.
and on this day, the day of our wedding, I promise you this:
I promise you, to lay my heart in the palm of your hands
I promise you, me."



Ohhh, meleleh deh saya

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

I just don't know how love works?
You're in love and a not long after you're the one with broken heart.
Crying all the time like it's the end of the world.
But in days or months after, you're laughing, hug, and in love with other person.
How do you know whether is right or wrong person?


Hmm I guess the only thing to find out is take all the risk and just in love.
In the end you will know the answer.
Broken heart will make you strong.
What doesn't kill you makes you strong.

Isn't it?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Am I really the one that can't move on?
Stuck in this without knowing how to get out.
Geez, I'm feeling crazy right now.


Ohh no, it's not about boy.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cin (T) a



Cina and Annisa love God
and God loves them both
But Cina and Annisa cannot love each other
because they call God by different name


***

In your majesty you create difference
In my arrogance I question your wisdom
In your mistery, you create temptation
In my inferiority, you make me more than I am
Here I am

Surrender me in the agony of your ♥
Surrender me in the irony of your law
Lead me to the joy of ♥ redivined
Teach me how to ♥ you more

Tega banget ya bokap lo, udah tau muka lo Cina masih dikasi nama cina
Tega kali bapak kau udah tau muka kau perempuan masih dikasi nama perempuan

Emangnya yang boleh sehat cuma orang kaya yah

Buat apa punya pemerintah kalo gak bisa ngasi rumah buat warganya

Kau disubsidi sekolah di sini buat bantuin pemerintah mikir kalo kau bisanya cuma nyalah-nyalahin pemerintah buat apa kau diluluskan? Republik ini udah kebanyakan sarjana nyinyir

Arsitek itu suka berasa Tuhan, berasa yang paling tahu rancangan terbaik buat manusia

God is architect

Yakin lo mau sama gue, Tuhan gue aja berani gue khianatin apalagi lo ntar

Kenapa Tuhan nyiptain kita beda-beda kalau Tuhan cuma pengen disembah dengan satu cara?

Makanya Allah nyiptain ♡ biar yg beda-beda bisa nyatu

Biar kau lihat agama tuh udh jadi propaganda paling murah sepanjang sejarah


***

Asli film ini nendang banget. Pemain cuma dua, setting sederhana tapi hasilnyaaa. Pengambilan gambar oke! Ide cerita kena banget! Skenario TOP! I can't stop writing the dialogue. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

The Calling


Novel ini adalah salah satu novel duet yang tidak biasa seperti taglinenya “an unusual romance story”. Ditulis oleh dua orang pasti menimbulkan dua sudut penulisan bukan?

Tentang dua gadis Elana dan Saski. Dua gadis yang berbeda yang terpisah jarak namun disatukan oleh bayangan kelam yang hampir sama. Dua gadis yang spesial namun dengan masa lalu yang gelap. Bali, Yogyakarta, dan Manchester . tiga tempat yang punya pesonanya masing-masing, tiga tempat dengan budaya yang berbeda namun ternyata merupakan tempat yang saling berhubungan.

Saya suka bagian pengkhianatan yang harus dialami Saski, rasanya ikut marah sedih dan hancur bersama Saski. Saya juga ikutan bingung seperti Elana, yang sering dihantui bayangan-bayangan tanpa tahu maksud sebenarnya bayangan itu.
Saya suka karakter Saski yang gelap, penuh masalah yang menghantam bertubi-tubi. Saya suka sikap acuhnya, namun terkadang benci dengan sikapnya yang selalu putus asa. Saya suka Elana yang digambarkan sebagai anak yang manis, kaya, namun ternyata menyimpan luka yang dalam. Saya juga ikut marah, kesal pada tante dan omnya yang kurang ajar.

Tapi yang kurang dari novel ini adalah detail pekerjaan. Sebenarnya gak terlalu penting, tapi saya adalah penikmat cerita yang berhubungan dengan profesi semakin detail semakin bagus. Saya gak tahu Saski itu ngapain aja di kampus, atau Elana itu jual apa saja di Art Craftnya. Serius deh gak penting sebenarnya mau saya ini. ;p 
 
Yang paling saya suka adalah bagian akhir (tentu saja), saat akhirnya mereka sama-sama mengerti tentang “panggilan yang selalu mereka rasakan. Saya suka penggabungan dua cerita ini, pelan tapi pasti. Yang alurnya agak cepat adalah kenapa Saski tahu-tahu ...... di hotel (baca sendiri! Ntar ga surprise ;p). Alur terbalik untuk bagian ini rasanya kurang begitu jelas, terlalu singkat.

Harga novel ini buat saya tergolong mahal Rp 56.000,00, memang bukunya lumayan tebal dan kertasnya bagus. Namun saya rasa untuk penerbit yang baru seperti itu bukan strategi yang bagus mengeluarkan novel dengan harga mahal. Mungkin juga disebabkan karena mereka harus membayar dua penulis sepertinya. Tapi harganya SEPADAN dengan cerita tidak biasa yang kalian dapatkan. Duet yang sukses Asrini Mahdia dan Rina Suryakusuma. Great job!!!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Lukisan Keempat


Sebagai seorang stewardess dari maskapai penerbangan internasional Corissa Airlines, tidak ada satu orang pun yang mengira bahwa Natasya Petra Rahadian memiliki 3 fase kehidupan yang membuat dirinya terluka karena cinta.

Dimulai dari ayahnya sendiri, yang memalingkan wajah dan mengabaikannya ketika ia masih kecil. Kekasih masa kuliah yang menduakannya dengan sahabat akrabnya sendiri. Dan terakhir, pilot yang dekat dengan dirinya ketika menjalani pelatihan, dan berselingkuh dengan teman sekamarnya.

Dan Natasya bersumpah untuk tidak lagi jatuh cinta. Sampai ia bertemu dengan Craig Hayden, penumpang Corissa Airlines yang menyebalkan. Sementara Craig sendiri sudah tertarik pada gadis yang begitu menawan hati, kali pertama ia memandangnya. Dan entah bagaimana Craig tahu, gadis ini memendam luka di hidupnya. Ia bertekad untuk menyingkap kabut tersebut, memberi Natasya siraman kasih sayang, mengembalikan kepercayaannya kepada cinta.

Mampukah Craig membuktikan bahwa ia layak masuk dalam kehidupan Natasya? Bisakah Craig mewujudkan tekadnya untuk menjadi bagian dari lukisan hidup Natasya yang keempat, sekaligus yang terakhir?


***


Ini buku kedua Rina Suryakusuma yang saya baca, setelah sebelumnya dapat novel Puzzle secara gratis. *wink*. (Ci bener deh, saya udah nyari novel Ci yang lain tapi belum ketemu)


Penampakan novel ini memang agak aneh dan gak biasa. Kecil mungil tidak seperti novel Gramedia lain (herannya harganya kok gak ikutan mengecil yah ;p). Dan covernya juga gak biasa untuk novel Gramedia lain. Sampai di Gramedia Tunjungan Plaza ditaruh bukan di deretan novel Gramedia tapi di deretan novel dengan cover senada. =)


Saya suka novel ini, romantis banget. Benar yang ditulis Ci Rina dalam blognya , dia memang jago nulis novel romantis. Yang saya suka ini bukan novel romantis yang puitis banget sampai bacanya bingung dan harus mikir. Ini novel romantis yang ditulis dengan kata-kata sederhana.


Saya suka penggambaran Corissa Girl di sini, mahal, berkelas dan ramah. Terus terang saya mendapat banyak cerita miring soal pramugari, yahh korban bad publicity kali yah. Tapi di novel ini enggak! Keren banget! Ditulis dengan detail pelatihan menjadi pramugari yang tidak gampang, kondisi pesawat dan jenis penumpang juga dikisahkan dengan baik.


Saya suka dengan konflik batin yang dialami Natasya (ohh, apakah ini diambil dari nama saya? :p). Diungkapkan di waktu yang tepat dan dengan cara yang tepat. Siapa sangka alasannya benci laki-laki adalah.. ahh baca sendiri deh..


Dan tentang judulnya, saya juga sedikit bertanya-tanya soal judul yang saya rasa unik ini. Namun akhirnya saya tahu kenapa dinamakan Lukisan Keempat. Judul yang tepat dan indah. Great job Ci.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Badminton Freak


Gara-gara histeria kedua tantenya saat menonton Ricky Subagdja dan Rexy Mainaky di Olimpiade Atlanta 1996, Fraya Aloysa Iskandar jatuh cinta pada bulutangkis. Momen di mana Ricky dan Rexy merebut medali emas untuk Indonesia begitu memukau Fraya kecil, hingga ia memutuskan: ia harus jadi atlet bulutangkis!

Tapi kini, di usianya yang ke-18, Fraya terpaksa menerima kenyataan bahwa cita-citanya tak terwujud. Semua karena Mama melarangnya masuk klub bulutangkis saat ia kecil dulu. Fraya hanya bisa menyalurkan cintanya pada bulutangkis melalui ekskul di sekolah, yang tentu saja tak cukup untuk menampung bakat dan ambisinya yang begitu besar.

Dan seakan itu semua belum cukup, Fraya juga harus terima bahwa pacarnya, Albert, lebih suka ia jadi anggota cheerleader daripada berjibaku mengejar shuttle-cock di lapangan. Padahal, apa sih asyiknya pakai rok mini lalu loncat-loncat sambil pegang pom-pom?

Ketidaksukaan Albert pada bulutangkis memuncak ketika Fraya membohonginya demi bisa menonton kejuaraan Thomas-Uber Cup di Istora Senayan. Albert marah besar, dan menghukum Fraya dengan cara melarangnya menonton Thomas-Uber Cup live selama sisa pagelaran itu berlangsung. Padahal, untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun, tim Uber Indonesia berhasil masuk babak final!

Kalau sudah begini, mana bisa Fraya terus bertahan sama Albert? Mending putus aja, kan?



***



Tidak seperti novel-novel sebelumnya, salah satunya adalah Dear Dylan yang masih diselipi humor Badminton Freak ini lain. Bukan gak ada humornya sama sekali, tapi memang membaca novel ini mampu mengocok perasaan. Novel ini penuh dengan emosi.


Stephanie Zen berhasil mengangkat suasana Uber dan Thomas Cup dengan sangat baik. Ini salah satu pertandingan yang saya ikuti dengan baik, jadi saya tahu kondisinya. Istilah-istilah bulutangkis ditulis dengan tepat. Komentar-komentar pertandingan juga persis seperti aslinya. Inilah hasilnya kalau novel ditulis oleh orang yang mengerti dan dapat bermain badminton. I’m really sure beberapa persen ceritanya pasti cerita nyata penulisnya. *betul begitu steph? ;p*


Di novel ini kita dibawa mengikuti perasaan Fraya yang naik turun. Ada kalanya dibuat begitu excited seperti pada saat nonton pertandingan, dan tiba-tiba dibuat sedih sekaligus marah saat Fraya dilarang nonton final (asli kalo saya jd Fraya saya nekat deh nonton*), dibuat down saat mengingat ambisinya yang sempat terkubur juga dibuat kaget saat tahu alasan sebenarnya Mama melarang masuk klub. Dan dibuat malu-malu saat dia bertemu... ah baca aja deh ntar saya spoiler lagi. ;p


Dari novel ini saya belajar kalo menyesal itu gak ada gunanya, hanya menambah beban yang berat banget. Kalo kamu punya impian dan ambisi harus dicoba diwujudkan, gagal di belakang itu adalah hasil yang paling penting itu adalah proses yang gak bakal bisa diulang lagi. Kalo memang sudah tidak bisa lagi mewujudkan mimpi. Gak ada salahnya mimpi itu sedikit diputar sudutnya. Seperti Fraya di akhir cerita misalnya ;p

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS