Dad Passed Away

Terima kasih atas doa dan dukungan selama ini teman-teman.
Papaku sudah kembali ke rumah Bapa 26 Januari 2012.
Sakitnya sudah hilang sekarang :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

My Story

Yang follow twitter, jadi teman facebook atau BBM saya mungkin bertanya-tanya kenapa status saya begitu sedih, pasrah dan sebagainya. Akan begitu menyedihkan kalau saya harus mengulang-ngulang cerita, karena itu saya coba cerita di sini ya. Untuk teman dekat saya yang merasa "kok saya gak diberitahu", I must say it's not easy to tell this story. Ketika akhirnya saya mau cerita karena saya (dan keluarga) sudah melewati tahap "denial". Kami sudah menerima hal ini dengan pasrah. :)

Papa saya divonis kanker hati. Puji Tuhan menurut dokter walau parah masih treatable. Bagaimana bisa terjadi? Papa kena hepatitis B mulai tahun 2010. Itupun tahunya dari medical check up tahunan perusahaan. Dari tahun 2010 papa sudah rutin berobat ke dokter dan minum obat Sebi**. Saya tidak bilang bahwa obat tersebut jelek, hanya saja obat tersebut ternyata tidak cocok dengan papa saya. Sampai kemudian tahun 2011 setelah melakukan pemeriksaan lanjut ternyata hepatitisnya sudah berubah menjadi sirosis hati. Setelah beberapa lama, sirosis hatinya sekarang berubah menjadi kanker hati.
Banyak yang bertanya apa peyebabnya? Saya juga tidak tahu pasti. Penelitian menyebutkan hepatitis terjadi karena banyak minum minuman keras dan pola hidup tidak sehat. Saya tidak bilang papa saya 100% hidup sehat, tapi yang jelas papa saya tidak merokok, tidak minum minuman keras, papa saya tidak terlalu suka makan di luar, mantan pelari, mantan petenis dan pernah cukup lama hobi berkebun. Ditelusuri dari keluarga pun, tidak ada gen sakit hepatitis. Jadi mungkin penyebabnya bisa tertular teman atau mungkin memang tidak ada penyebabnya. :)

Seperti yang disarankan banyak orang, kami pun sudah mencari second, thirth and even fourth opinion. Semua diagnosa sama. Selain medis kami pun juga sudah mencoba berbagai macam cara yang disarankan orang. Temulawak, sudah papa minum mulai dari 2010. Mulai dari yang segar, sampai yang bubuk. Keladi tikus, mahkota dewa, daun sirsat, buah merah, akar kayu kuning, obat-obatan herbal dari Kupang, dari Surabaya, sudah kami coba semua. Begitupun dengan berbagai macam terapi mulai dari pijit, kop, bekam, akupuntur sudah dicoba. Dan memang belum ada perubahan.

Kalau ditanya bagaimana perasaan saya dan keluarga? Sedih sudah pasti, gak terhitung betapa banyak airmata yang keluar. Cemas, deg-degan, takut dan sebagainya. Betapa tidak, papa yang biasanya kekar, besar dan kuat sekarang harus kehilangan 15kg bobot tubuhnya, tergeletak lemah di ranjang rumah sakit (papa sudah masuk RS dari 1minggu lalu). Melihat dia yang hampir tidak pernah opname harus diinfus, ditranfusi darah, diambil darah:, disuntik dan minum berbagai macam obat really heartbreaking. Tapi kami masih percaya bahwa Tuhan punya rencana lain, bahwa papa akan sembuh, atau apapun yang terbaik menurut Tuhan akan terjadi.

Papa sekarang sedang menerima perawatan berupa obat-obatan baik yang diminum atau disuntik untuk megeluarkan cairan yang menumpuk dari perut dan sekaligus mengobati kankernya.

Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan doa dari semua orang. Papa masih butuh doa dan support dari semua orang. Untuk kunjungan ke rumah sakit, setelah berkonsultasi dengan suster dan dokter diputuskan kalau papa tidak boleh menerima kunjungan selama beberapa waktu. Tanpa bermaksud tidak sopan tapi memang kunjungan orang yang begitu banyak dan tidak kenal waktu cukup melelahkan papa DAN mama yang menjaga, bahkan membuat kondisi tubuh drop. . Untuk yang ingin berkunjung dan memberi support kami mohon maaf. Support masih dapat disalurkan dengan cara lain seperti sms, telp dsb. Terima kasih sekali lagi kami ucapkan dari lubuk hati yang paling dalam.

Kalau ada diantara pembaca blog ini yang tahu tentang survivor kanker hati atau perawatan-perawatannya kami mohon untuk bisa berbagi informasi. Kalau ada yang ingin dibantu soal mencari obat-obat herbal mari ditanya saja, mudah-mudahan saya bisa bantu. Mari saling berbagi informasi, saling mendoakan.

Terima kasih, Tuhan berkati. :)
*gak menduga bisa menulis seformal ini, mungkin karena otak sedang hang*
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Dear Dad, hang on please. I beg you.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kadang-kadang berharap ini cuma mimpi, dan ketika bangun semua akan kembali baik..
Tuhan, sesak rasanya. Sesak banget.
Kalau memang ini terjadi sesuai kehendakmu, kuatkan aku Tuhan. Karena menangis sudah jadi biasa buatku.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Doa apa?

Saya sudah lumayan lama tidak berdoa untuk orang sakit agar dia sembuh, tapi agar apapun yang terjadi terbaik menurut Tuhan. Tapi tiba-tiba saya jadi melupakan kebiasaan baik itu, ketika orang yang sakit adalah orang terdekatmu. Doa yang saya ucapkan sekarang adalah agar dia cepat sembuh. Agar kami masih punya banyak waktu.

Tuhan mungkin ingin mengingatkan saya, bahwa keinginan kita tidak selalu baik. Gak sengaja saya baca postingan Ci Shinta yang ini . Saya sadar kalau menghadapi vonis sakit (diri sendiri maupun orang terdekat) yang pertama harus dilakukan adalah berdamai dengan diri sendiri. Menyadari bahwa apapun yang kita terima adalah yang terbaik menurut Tuhan.

Jadi saat ini Tuhan, saya serahkan semua ke dalam tanganMu. Lakukanlah apa yang jadi kehendakMu.  Karena kehendakMu bukan kehendakkulah yang jadi.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Terima Kasih

Malam ini nonton Kick Andy episode Web Heroes. Ada banyak sekali cerita tentang bagaimana orang saling membantu lewat internet, khususnya tentang donor. Saya sudah menulis tentang ini di post sebelumnya. Tapi begitu melihat bagaimana bersyukurnya Nirina dan Ernes saat bayinya bisa dapat donor darah di saat-saat kritisnya saya jadi berpikir.

Terima kasih yang sebesar-besarnya (sekali lagi) untuk orang yang telah mendonorkan darahnya untuk saya belasan tahun lalu. Demam berdarah kritis tanpa harapan. Dan saya yakin selain kuasa Tuhan dan doa orangtua, kesembuhan saya didukung dengan kantong-kantong darah yang masuk ke tubuh saya. Dan saya yakin selain darah, ada banyak doa dan harapan yang masuk ke tubuh saya dari orang-orang yang tidak saya kenal itu. Terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam. Kalian tidak akan tahu seberapa besar makna kantung darah kalian. Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih.

Dan seperti Jusuf Kalla bilang di Kick Andy "donor darah itu seperti arisan, hari ini anda yang donor besok bisa saja anda atau saudara anda yang butuh".
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Donor Darah Perdana

17 September 2011 akan jadi salah satu hari paling bersejarah di hidup saya. Karena itu adalah hari pertama saya akhirnya berani untuk donor darah. Niat untuk donor darah sebenarnya sudah ada sejak bertahun-tahun lalu tapi baru berani (baca : nekad) hari itu. 


Kalau ditanya kenapa akhirnya berani donor darah akan ada banyak alasannya. Tapi salah satunya adalah ini. Waktu kecil keluarga saya itu anak-anaknya sering kena demam berdarah. Sering itu maksudnya dalam setahun kami (3 bersaudara) bergantian opname karena demam berdarah. Sampai suster di rumah sakit pun hapal nama kami. Bangga? Of course no! Salah satu demam berdarah terparah dialami saya dan adik berbarengan sekitar kelas 4 SD. Saya dan adik masuk ICU bersebelahan selama 5 hari. It was one of the worst day of my life. Bahkan sekecil itu saja saya sudah bisa merasakan kalau ICU itu menakutkan, karena nyawa dipertaruhkan di tempat itu. Dokter pun sudah memvonis kalau hidup kami berdua itu tinggal tergantung Tuhan. Kami pun sudah menerima tranfusi beberapa kantong darah. Tapi puji Tuhan, kami berdua sembuh. Jadi salah satu alasan terbesar saya adalah karena saya ingin "membalas budi". Dulu saya pernah menerima darah dari orang yang tidak dikenal (dimanapun dan siapapun kamu, terima kasih ya) sekarang apa salahnya saya memberikan darah saya yang Tuhan berikan gratis untuk saya. :) 


Salah satu alasan lain adalah bahwa dengan mendonor kita akan lebih sehat. Karena darah yang kita keluarkan akan digantikan oleh tubuh kita. Jadi darah kita akan lebih baru dan fresh. Alasan lain adalah menurut kabar bahwa sehabis donor, darah akan diproses agar siap digunakan. Proses itu seperti layaknya kita sedang medical check up hanya saja objeknya darah kita. Jadi seumpama ternyata lewat proses itu keluar hasil bahwa kita ternyata mengidap sakit tertentu, kita akan dihubungi dan diberitahu agar segera memeriksakan diri. Waw, menarik kan? Kita donor darah gratis dan "ikut medical check up" yang bayarnya mahal. :D


Sekarang cerita soal proses donornya yuk. 

Saya tidak mendonorkan darah di PMI tapi di sebuah mall. Awalnya saya lihat di twitter kalau ada acara donor darah dalam rangka ultah PMI di mall. Jadi saya memutuskan untuk datang dengan kakak saya. Sebelum donor kita mengisi formulir data diri. Juga pernyataan kalau kita sedang berada dalam kondisi sehat. Kalau tidak salah pertanyaannya itu termasuk apakah menderita hepatitis, syphilis, penyakit kulit parah, hamil, menyusui, dll. Karena kalau kita menderita itu semua gak boleh donor dulu. Kemudian diperiksa tekanan darah oleh dokter. Terus periksa golongan darah dan Hbnya. Jadi buat yang belum tahu golongan darahnya, lumayan ni periksa gratis :D. Setelah itu ini bagian pentingnya, saatnya donor darah :) Saya duduk kemudian diperiksa sekali lagi tekanan darah sama petugasnya, kemudian disuntik dan dimulai prosenya pengambilan darahnya. Jujur waktu melihat orang sebelumnya saya takut karena jarumnya itu lumayan besar ukurannya. Ternyata begitu ditusuk rasanya biasa saja. Sakit sih tapi normal aja, seperti disuntik/ambil darah/pasang infus/digigit lebah. Kuncinya kata petugasnya cuma satu, RILEKS. Jadi kalau merasa sakit sedikit, tangan jangan ditarik karena nanti malah akan tambah sakit. Tenang saja, sakitnya cuma waktu ditusuk kok. Setelah itu hilang. 


Syarat donor darah adalah : di atas 17 tahun, berat badan di atas 45kg, tidak sedang mens, tidak sedang hamil/menyusui. Dan jarak minimal dengan donor darah sebelumnya adalah 75hari (menurut aturan), tapi petugas PMI menyarankan 3bln saja. 


Petugasnya pun ramah-ramah, dari obrolan saya tahu kalau mereka itu pendidikannya ya suster. Kemudian kalau pendonor itu tekanan darahnya minimal 100, kecuali pendonor baru minimal 110. Untuk wanita, jarak donor dengan menstruasi adalah 1 minggu setelah selesai menstruasi. Dan dia juga bilang efek jarum donor pada pendonor baru adalah bekasnya akan bengkak dan membiru dan tangan akan terasa kemeng selama seminggu. Itu hal wajar, tinggal dikompres saja kalau takut. Tapi puji Tuhan saya tidak mengalami itu. Untuk pendonor yang habis melakukan operasi besar, jarak minimal untuk bisa donor adalah 1tahun. Itupun harus ada hasil periksa terakhir dokter. Jadi mending lebih dari setahun saja ya. Saya juga baru tahu dari twitter @Blood4LifeId kalau setelah menerima transfusi darah, jarak minimal untuk donor adalah 6bln. 



Efek donor darah ini juga berbeda-beda ya. Saya setelah donor segar bugar, tidak berasa apa-apa lain dengan kakak saya yang langsung lemas dan berkunang-kunang sehingga harus istirahat. But I told you, lemas setelah donor itu adalah special case. Sebagian besar (besar banget) merasa biasa saja. :) 


Setelah donor akan mendapat kartu pendonor (ditulis tangan) yang katanya kalo setelah 3bln donor lagi di PMI akan diganti kartu baru yang bentuknya seperti ATM. Selain itu juga mendapat susu kotak, biskuit kecil, vitamin penambah darah, telur (asin) dan juga tas bertuliskan "Aku Bangga Menjadi Donor Darah Sukarela" (rasanya nyess banget baca ini, damai rasanya :) ). Sedang dari pihak penyelenggaranya (dalam hal ini Stikom) saya dapat kue, air mineral, pin dan stiker donor darah. 

Oh ya, salah satu alasan yang membuat saya menunda terus donor darah adalah "Gak mau ah donor darah pas ada event, nanti aja kalo bener-bener ada yang butuh". Dan kemudian saya tiba-tiba "ditampar" oleh pikiran sendiri. Buat apa membiarkan stok darah di PMI kosong sehingga orang harus bergerilya cari darah karena benar-benar butuh. Lebih baik kita penuhi saja kebutuhan sebelum kejadian. Dan saya beritahu, kalau proses pengolahan darah itu butuh berjam-jam. Iya kalau yang butuh darah masih bisa menunggu selama itu. Kalau tidak? Selain itu saya berfikir kalau donor darah pertama saya baik-baik saja kualitas darahnya, saya akan lebih tenang memberikan darah saya kalau nantinya ada yang benar-benar butuh dan meminta langsung. 


Sekalian menjawab pertanyaan bahwa PMI tidak berbisnis. Darah yang PMI dapatkan gratis tidak dijual dengan harga mahal untuk pasien. Yang dibayar pasien itu adalah biaya pengolahan darah sampai darah bisa dimasukkan dalam tubuh.. Biaya pengolahan darah itu memang cukup mahal. Namun sebenarnya itu sudah disubsidi oleh pemerintah. Biaya aslinya lebih besar dari yang dibayar pasien. Biaya itu juga berbeda-beda karena besar subsidi tiap daerah itu tidak sama. 


Saya juga mengucapkan terima kasih banyak untuk akun twitter @justsilly dan @Blood4LifeId. Karena sering melihat kebutuhan darah yang mereka publish juga melihat manfaat mendonor, saya akhirnya berani mencoba. 


Kesan setelah mencoba? Saya menyesal. Menyesal mengapa tidak dari dulu saja berani donor darah. Saya tidak kehilangan apa-apa dan saya mendapat manfaat dan kepuasan batin yang besar. Seperti slogan Blood for Life : 
A bag of your blood might be nothing for you, won't cost you anything, but can be a life for others and a smile for families.


Palang merah juga bilang : 
If you donate money, you give food. But if you donate blood, you give life. 


Jadi, kalau saya saja berani, kenapa kamu tidak? :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

....









Iseng buka timeline salah satu girlband masa kini walaupun gak follow. Dan langsung pengen garuk-garuk aspal.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Dear Stasiun TV

Dear stasiun TV
Sampai kapan kalian akan sadar kalau acara-acara dengan bahan utama video dari youtube itu gak banget. Selain berarti kalian makan gaji buta karena video dan materi kalian ambil gratis dari internet, kalian juga gak menghargai hasil karya orang lain. Saya mungkin tidak mengerti apa-apa tentang hak cipta. Tapi setahu saya mengambil video dari youtube untuk tujuan komersial itu tidak diperbolehkan. Dan orang bodoh macam apa yang menulis youtube.com sebagai courtessy-nya? Tahukah kalian bahwa youtube itu terdiri dari jutaan pengguna? Bahkan untuk menyebutkan nama account yang punya video itu saja kalian tidak mau. Stasiun TV harus mendidik penontonnya, pendidikan macam apa yang didapat kalau begini?


Dear stasiun TV,
Tahukah kalian kalau menakut-nakuti artis dengan hal/benda/hewan yang dia takuti atau bahkan phobia terhadapnya hanya demi rating itu norak?! Beberapa orang punya phobia yang sangat besar terhadap suatu hal. Reaksi yang ditunjukkan pun berbeda-beda. Sadis rasanya kalau kalian sengaja melakukannya hanya untuk menangkap ekspresi takut mereka kemudian membiarkan penonton mentertawakannya. Dengan ditakut-takuti phobia seseorang bisa jadi malah makin parah. Oh maaf saya lupa, kalian pasti gak cukup pintar untuk tahu hal itu ya?



Warm regards

-Seseorang yang masih percaya kalau suatu saat stasiun-stasiun tv di Indonesia bisa membaik-

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pelajaran

Akan ada masanya kita menoleh ke belakang dan berpikir kalau seharusnya kita ambil jalan ini. Kalau seharusnya turuti nasihat orang tua. Kalau seharusnya rencana dikerjakan seperti ini. Kalau seharusnya kita punya rencana cadangan seandainya rencana awal gagal. Dan kalau seharusnya kita lebih mendengarkan kata hati. 


Tapi sebagai orang yang menganggap "haram" kata menyesal. Saya lebih memilih menganggap semua itu sebagai pelajaran. Karena bila nanti saatnya tiba, saya akan tertawa menyadari begitu banyak "kalau" yang saya khawatirkan padahal itu gak perlu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS