Dad Passed Away
My Story
Papa saya divonis kanker hati. Puji Tuhan menurut dokter walau parah masih treatable. Bagaimana bisa terjadi? Papa kena hepatitis B mulai tahun 2010. Itupun tahunya dari medical check up tahunan perusahaan. Dari tahun 2010 papa sudah rutin berobat ke dokter dan minum obat Sebi**. Saya tidak bilang bahwa obat tersebut jelek, hanya saja obat tersebut ternyata tidak cocok dengan papa saya. Sampai kemudian tahun 2011 setelah melakukan pemeriksaan lanjut ternyata hepatitisnya sudah berubah menjadi sirosis hati. Setelah beberapa lama, sirosis hatinya sekarang berubah menjadi kanker hati.
Seperti yang disarankan banyak orang, kami pun sudah mencari second, thirth and even fourth opinion. Semua diagnosa sama. Selain medis kami pun juga sudah mencoba berbagai macam cara yang disarankan orang. Temulawak, sudah papa minum mulai dari 2010. Mulai dari yang segar, sampai yang bubuk. Keladi tikus, mahkota dewa, daun sirsat, buah merah, akar kayu kuning, obat-obatan herbal dari Kupang, dari Surabaya, sudah kami coba semua. Begitupun dengan berbagai macam terapi mulai dari pijit, kop, bekam, akupuntur sudah dicoba. Dan memang belum ada perubahan.
Kalau ditanya bagaimana perasaan saya dan keluarga? Sedih sudah pasti, gak terhitung betapa banyak airmata yang keluar. Cemas, deg-degan, takut dan sebagainya. Betapa tidak, papa yang biasanya kekar, besar dan kuat sekarang harus kehilangan 15kg bobot tubuhnya, tergeletak lemah di ranjang rumah sakit (papa sudah masuk RS dari 1minggu lalu). Melihat dia yang hampir tidak pernah opname harus diinfus, ditranfusi darah, diambil darah:, disuntik dan minum berbagai macam obat really heartbreaking. Tapi kami masih percaya bahwa Tuhan punya rencana lain, bahwa papa akan sembuh, atau apapun yang terbaik menurut Tuhan akan terjadi.
Papa sekarang sedang menerima perawatan berupa obat-obatan baik yang diminum atau disuntik untuk megeluarkan cairan yang menumpuk dari perut dan sekaligus mengobati kankernya.
Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan doa dari semua orang. Papa masih butuh doa dan support dari semua orang. Untuk kunjungan ke rumah sakit, setelah berkonsultasi dengan suster dan dokter diputuskan kalau papa tidak boleh menerima kunjungan selama beberapa waktu. Tanpa bermaksud tidak sopan tapi memang kunjungan orang yang begitu banyak dan tidak kenal waktu cukup melelahkan papa DAN mama yang menjaga, bahkan membuat kondisi tubuh drop. . Untuk yang ingin berkunjung dan memberi support kami mohon maaf. Support masih dapat disalurkan dengan cara lain seperti sms, telp dsb. Terima kasih sekali lagi kami ucapkan dari lubuk hati yang paling dalam.
Kalau ada diantara pembaca blog ini yang tahu tentang survivor kanker hati atau perawatan-perawatannya kami mohon untuk bisa berbagi informasi. Kalau ada yang ingin dibantu soal mencari obat-obat herbal mari ditanya saja, mudah-mudahan saya bisa bantu. Mari saling berbagi informasi, saling mendoakan.
Terima kasih, Tuhan berkati. :)
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Dear Dad, hang on please. I beg you.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Kadang-kadang berharap ini cuma mimpi, dan ketika bangun semua akan kembali baik..
Tuhan, sesak rasanya. Sesak banget.
Kalau memang ini terjadi sesuai kehendakmu, kuatkan aku Tuhan. Karena menangis sudah jadi biasa buatku.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Doa apa?
Jadi saat ini Tuhan, saya serahkan semua ke dalam tanganMu. Lakukanlah apa yang jadi kehendakMu. Karena kehendakMu bukan kehendakkulah yang jadi.
Terima Kasih
Malam ini nonton Kick Andy episode Web Heroes. Ada banyak sekali cerita tentang bagaimana orang saling membantu lewat internet, khususnya tentang donor. Saya sudah menulis tentang ini di post sebelumnya. Tapi begitu melihat bagaimana bersyukurnya Nirina dan Ernes saat bayinya bisa dapat donor darah di saat-saat kritisnya saya jadi berpikir.
Terima kasih yang sebesar-besarnya (sekali lagi) untuk orang yang telah mendonorkan darahnya untuk saya belasan tahun lalu. Demam berdarah kritis tanpa harapan. Dan saya yakin selain kuasa Tuhan dan doa orangtua, kesembuhan saya didukung dengan kantong-kantong darah yang masuk ke tubuh saya. Dan saya yakin selain darah, ada banyak doa dan harapan yang masuk ke tubuh saya dari orang-orang yang tidak saya kenal itu. Terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam. Kalian tidak akan tahu seberapa besar makna kantung darah kalian. Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih.
Dan seperti Jusuf Kalla bilang di Kick Andy "donor darah itu seperti arisan, hari ini anda yang donor besok bisa saja anda atau saudara anda yang butuh".
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Donor Darah Perdana
A bag of your blood might be nothing for you, won't cost you anything, but can be a life for others and a smile for families.
If you donate money, you give food. But if you donate blood, you give life.








